Tentang Kemandirian

Akhir2 ini saya sedang bingung dengan nasib kelanjutan studi saya. Setelah lulus college ini beasiswa saya berhenti dan harus mencari beasiswa baru. Di lain sisi pihak university ga menerima aplikasi saya untuk daftar beasiswa private foundation, karena saya belum masuk jadi mahasiswa univ tsb walaupun sudah registrasi dan hampir pasti masuk kalau tak ada halangan. 1 tahun ke depan mungkin saya hidup dari parttime job dan uang tabungan saya. Rasanya kurang berkenan minta uang dari orangtua di Indonesia, karena memang semenjak SMA/MAN sampai sekarang biaya pendidikan dan hidup saya lepas dari orangtua (SMA beasiswa pemerintah Indo Kemenag, Kuliah beasiswa pemerintah Jepang), walau pun keluarga saya alhamdulillah berkecukupan.

Saya memang diajarkan ortu dan dari diri sendiri keinginan mandiri sangat kuat. Karena saya tidak mungkin jadi penerima beasiswa ‘kurang mampu’, jadi saya harus meningkatkan prestasi agar bisa bersaing dengan teman2 yang lain dapatkan beasiswa prestasi.

Walaupun akhir2 ini saya gagal dalam seleksi beasiswa tahap awal Satoyo, saya akan coba lagi saat pembukaan beasiswa sesi musim semi. Tapi saya percaya Allah telah mencukupkan rezeki untuk setiap makhlukNya sampai ajal menjemput.

Part Time Job di Jepang

Satu hari lagi Ujian Akhir Semester ini akan berakhir, tanda libur musim panas akan segera tiba. Saya sudah memantapkan diri untuk libur musim panas ini tidak pulang ke Indonesia dan fokus di Jepang. Setidaknya ada 2 yang harus saya lakukan, Penelitian Akhir dan Part Time Job. Kali ini saya akan menceritakan sedikit mengenai pengalaman saya part time job di Jepang.

Sebetulnya sudah dari bulan Juni saya mencari kesempatan untuk melakukan part time job, tapi Allah baru izinkan saya mulai di akhir bulan Juli. Di awal2 parttime job (dalam bahasa jepang ‘baito’) saya sangat idealis ingin baito sebagai guru bimbingan belajar bagi siswa siswi SMP SMA Jepang terutama dalam mata pelajaran eksak dan Bahasa Inggris. Setelah melamar kesana kemari, panggilan baito tidak kunjung datang. Setiap saya telfon pun untuk menanyakan jadwal wawancara dan tes, mereka jawab belum bisa ditentukan. Saya pun sedikit curiga dan konsultasi dengan kakak tingkat ‘senpai’ lab Jepang saya. “Yamamoto-san, kenapa ya saya apply jadi katei kyoshi (bimbel privat) atau juku kyoshi (bimbel biasa) selalu ditolak sama perusahaannya?” Tanya saya ke senpai Jepang. Dia menjawab, “Menurut saya karena mereka belum percaya dengan orang asing (gaikokujin) untuk mengajar kepada orang Jepang, takut menurunkan reputasi bimbelnya dan di Jepang masih banyak orang yang kurang simpati (anti) dengan orang asing, apalagi berinteraksi dengan anak2.” Jawabnya. Setelah mendapat jawaban itu akhirnya saya pun dapat memahami mengapa saya tidak mendapat panggilan wawancara dan tes, walaupun saya percaya diri bisa lulus dalam tesnya dengan kemampuan bahasa jepang dan eksak yang saya miliki. Akhirnya saya pun menyerah dan mencari baito yang lain.

Setelah mencari di website dan aplikasi AppStore “townwork”, saya dapatkan peluang bekerja di sebuah kafe yang baru akan dibuka akhir Juli. Saya menanggapinya dengan positif, karena yakin caffe atau kedai kopi tidak akan menjual arak/sake seperti dalam restauran lainnya seperti izakaya/bar. Saya akhirnya melamar dan wawancara.

Setelah beberapa hari, pengumuman pun masuk ke email saya, bahwa saya diterima di kafe tersebut dengan jikyuu/gaji per jam nya 1000 yen. Dan saya ditempatkan dalam bidang kitchen. Sebuah tantangan bagi saya, yang biasanya hanya masak nasi goreng dan goreng2 telor, ayam, harus bisa dengan gesit memotong bahan makanan dan memasak. 

Setelah 5 hari mendapat training dan persiapan, akhirnya Jumat yang lalu Grand Opening Caffe nya. Pengunjung datang membludak ingin mencicipi kopi dan menu2 di kafe tersebut. Saya yang berada di kitchen pun kalang kabut menyiapkan orderan yang berderet panjang. Alhamdulillah, kepala chefnya baik dan selalu mengarahkan saya dengan baik. Saya biasanya mengambil alih dalam membuat menu2 dessert yang manis2 seperti waffle, muffie, dan ice cream. Oh iya, saya baito hanya pada hari jumat sabtu minggu, karena itulah waktu kosong saya dan biasanya 6 sampai 7 jam setiap harinya. 

Kesan saya baito di caffe terutama bagian kitchen, kita harus gerak cepat dan gesit. Mengutamakan orderan pelanggan dan timing adalah yang utama. Timing menggoreng kentang, memasukan adonan waffle ke loyangnya, maupun waktu lamanya dipanaskan dalam microwave. Asik sih bisa mengetahui seluk beluk di dalam dapur sebuah restoran dan bagaimana tata krama/ manner yang baik sebagai chef dan karyawan kafe. Walaupun panas karena selalu dekat mesin penggoreng dan pemanas, tapi saya dapat pengalaman dan meningkatkan skill saya dalam memasak. Sekian

Penjara Dunia

Sebetulnya apa yang kita cari di dunia ini??? Harta? Tahta? Wanita? Dalam kesepian aku merenungkan hal ini mendalam. Tentang bagaimana aku bisa sampai pada tahap ini, tentang masa depan yang belum pasti. Apa sebetulnya yang kucari di dunia ini?.

Aku bersyukur masih diberikan nikmat dan rezeki sehingga masih hidup di dunia yang fana ini. Masih bisa melakukan sesuatu yang berarti. Tapi, kini ku merasa di penjara dalam kefanaan dunia ini. Jauh dari sanak famili. Jauh dari saudara seiman. Dipaksa sibuk dengan hal duniawi. Aku sepertinya tidak cocok dengan kultur masyarakat sini. Aku butuh lingkungan yang lebih kondusif untuk mentaatiMu. Khusyuk ibadah dan meresapinya, bukan sekedar melepas kewajibanku. Mencuri2 waktu ditengah kesibukan dunia, untuk menunaikannya. Bukan seperti ini yang ku inginkan. 

Semoga tempatku yang baru nanti bisa jauh lebih baik dan membawa perubahan diriku ke pribadi yang lebih baik. Dimana ada orang yang mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Aku butuh lingkungan seperti itu. Demi kebaikan dunia akhirat ku nanti. 

Kenapa (sekarang) memilih wordpress

Sebelumnya, saya memiliki blog di domain blogspot, yaitu http://iman-fauzi.blogspot.com . Tapi akhir2 ini saya memilih wordpress untuk menuangkan pikiran saya dalam tulisan maupun coretan2 ala kadarnya. 

Simple saja, karena blogger sebagai penyedia blogspot.com yang dikembangkan oleh Google tidak memiliki aplikasi khusus untuk ngeblog di AppStore. Semenjak saya masuk College saya berubah haluan dari android user menjadi apple user, seperti jamaknya orang Jepang dan teman saya lainnya. 

Dengan disediakannya aplikasi khusus wordpress di App Store, fitur yang bisa digunakan untuk menulis pun lebih banyak dan lebih user friendly. Saya harap kedepannya bisa lebih produktif dalam menulis, setidaknya 1 tulisan per minggu. Banyak kisah dan pengalaman yang ingin dibagikan, tunggu tulisan2 berikutnya yaa.i

Memulai menulis *kembali

Hello, Konnichiwa minnasan,

Setelah lama vakum dari menulis blog baik di wordpress ini maupun di blogspot, rasanya ingin kembali memulai untuk menulis coretan2 sederhana yang mungkin bermanfaat untuk orang lain.

Boleh diakui, kemampuan menulis dengan grammar yang baik dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris cukup menurun, saya ingin mencoba kembali kebiasaan ini. Tinggal jauh di pinggiran Laut Jepang, membuat saya dikelilingi oleh lingkungan yang Japanese banget, kesempatan untuk menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris pun boleh dibilang sangat sedikit. Mungkin dalam radius 10 kilometer dari tempat saya tinggal, muslim yang ada bisa dihitung dengan jari (saya dan teman2 malaysia di toyama national college of technology).

Oleh karena itu, saya ingin mulai menulis secara bertahap mengenai kehidupan di perantauan Jepang dengan suka dukanya.

Kore kara yoroshiku onegaishimasu.

Iman Fauzi

List Bawaan Recommended untuk Studi ke Jepang

List ini berasal dari senpai dan pengalaman kakak yang sudah di Jepang

List bawaan :
 
Baju
Baju santai | 4 stel
Kemeja lengan pendek | 2 stel
Kemeja lengan panjang | 1 stel
Jaket | 2 stel
Baju batik | 2 stel
 
Celana
Celana hitam | 2 stel
Celana bahan | 1 stel
Celana denim/ jeans | 2 stel
Celana pendek | 3 stel
Training | 2 stel
 
Aksesoris
Dasi | 2 buah
Ikat pinggang | 2 buah
Topi | 1 buah
Rompi | 1 stel
Sandal | 1 buah
Sepatu | 2 buah
Jas hitam | 1 buah
Kaos kaki | 3 stel
Selimut  | 1 buah
 
Pakaian dalam (untuk yg ini sensor aja deh, haha)
 
Dokumen (di dalam map rapih)
Paspor asli + Fotocopy
KTP asli + FC
FC Kartu Keluarga
FC ijazah
FC Rapor
FC dokumen monbu (application form, tes kesehatan, rapor translate, reference letter, dll)
Foto 2×3 | 10 lembar
Foto 3×4 | 10 lembar
Foto 4×6 | 1o lembar
 
Bahan Pangan
Indomie | 5 bgks [atau kalau perlu yang banyak sekalian]
Bumbu cabe kering | kira2 200 gram
Abon | 2 bungkus
Makanan awetan lainnya (kornet dll) | Secukupnya (sekedar info makanan kaleng/tambahan TNI/POLRI punya nilai gizi yang cukup baik)
 
Obat-obatan
Obat pribadi | secukupnya
Parasetamol | 1 lembar
Obat Alergi | 2 lembar
Vitamin/ supplement | secukupnya
Minyak kayu putih/ balsem (opsional)
 
Alat mandi
Kit sikat gigi + odol buat traveler | 1 kit
Sampo | 10 sachet (sementara aja)
Sabun cair | 1 botol sedang
Sabun cuci muka | 1 saja
Handuk | 1 buah
 
Peralatan ibadah (untuk yang non-muslim menyesuaikan)
Al Quran + terjemah + tafsir
Sajadah ringan | 1 buah
Peci (opsional) | 1 buah
Sarung (opsional) | 1 buah 
 
Buku dan alat tulis
Buku tulis kosong 58 lembar | 5 buah
Notes kecil | 1 buah
Pensil 2B | 6 buah
Pulpen | 6 buah
Penghapus karet | 1 buah
Pensil warna | opsional
Penggaris pendek | 1 buah
Buku pelajaran | sesuai kebutuhan
Buku agama | sesuai kebutuhan
Buku penunjang mental | sesuai kebutuhan
 
Alat elektronik
Kamera digital + charger + kabel data
Ponsel sementara + charger (opsional)
Kalkulator scientific | 1 buah
Universal adapter | min. 1 buah
Flashdisk/ hdd
Laptop + charger + accessories (opsional)
Earphone/ headset (selain untuk pasangan hape/ mp3 player/ PC, katanya bermanfaat buat yang belum biasa dengan tekanan udara di pesawat, opsional)
 
Hal-hal kecil suka kelupaan tapi penting dibawa
Kacamata baca (untuk yang butuh) | minimal 1 buah
Alat jahit | 1 set
Lip balm | 1 buah
Body butter | 1 buah
Minyak wangi | minimal 1 buah
Pisau lipat | opsional
Pisau cukur | opsional
Gunting kuku | opsional
Pembersih telinga | opsional
Senter kecil | 1 buah
Gembok bagasi | secukupnya
Karet gelang | opsional
Kantung plastik | secukupnya
Suatu benda yang bisa bikin semangat balik lagi | opsional
Payung lipat | 1 buah
Botol Minum | 1 buah + Thermos kecil ( bila perlu )
Benda bukti otentik kalau kita beneran orang Indonesia (yang mungkin juga bisa berguna buat perform kalo2 ada fair, pertandingan olahraga atau yg lainnya) | 1-unlimited buah
Masker (kalo lagi sakit/ kedinginan) | secukupnya kalo yang unreusable, 1 aja kalo yang bisa dicuci
Benda yang bisa membuat hangat (syal atau sarung tangan sementara) | opsional
Bantal/ guling/ yang empuk2 favorit | opsional
 
Carrier barang
Koper | 1-2 buah
Tas gunung/ carrier/ travelling | 0-1 buah
Tas kecil (untuk ke kabin) | 1 buah
Emergency Bag | 1 buah
 
Uang | recommended JPY 100.000 (untuk sebulan awal)

Tulisan Pertamax

Assalamualaikum wr.wb.

Inilah tulisan pertama yang di publish di blog ini. Semoga penulis bisa konsisten mengisi dan mewarnai blog ini minimal 1 tulisan per minggu, aamiin.

Kenapa sih judul blognya “musafir jepang”?
Karena tujuan dari dibuatnya blog ini adalah untuk merekam jejak penulis dalam mengarungi kehidupan selama masa kuliah dan perantauan di jepang. Mulai dari pra persiapan keberangkatan ke Jepang, sampai kepulangan nanti setelah meraih gelar pendidikan tertinggi, P.hd, aamiin. Untuk sekedar info penulis alhamdulillah mendapatkan beasiswa Monbukagakusho 2014 untuk tingkat d3 mechanical engineering di Jepang dan Insya Allah berangkat sekitar awal April 2014.

Penulis mengambil kata musafir, karena memang dari setiap kita adalah orang yang melakukan ‘perjalanan’ melintasi dunia yang fana ini menuju tempat pemberhentian terakhir yaitu alam akhirat, setelah jatah hidup dan rizki kita habis di muka bumi ini. Dan jangan dilupakan bahwa tujuan dari perjalanan kita di dunia ini adalah untuk beribadah mengabdi kepada Allah SWT. (QS. Addzariyat: 56)

Alah bisa karena biasa; Ilmu itu diikat dengan tulisan; 2 pepatah itulah yang menjadi dasar penulis untuk berbagi cerita dalam bentuk tulisan di blog ini. Penulis ingin mengasah kemampuan menulis dan ingin menginspirasi berbagi ilmu dengan semua orang.

Akhir kata, selamat berkelana di blog musafir jepang 🙂